KABUPATEN BEKASI | Patriotbekasi — Kepedulian terhadap anak yatim kembali ditunjukkan anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, Putri Ramadhanty. Kepedulian itu diwujudkan melalui kegiatan santunan dalam momentum Jumat Berkah.
Dalam kegiatan tersebut, Putri menyerahkan santunan kepada sejumlah anak yatim dalam suasana penuh keakraban. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus memberikan perhatian kepada anak-anak yatim yang membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya.
Putri mengatakan, berbagi dengan sesama tidak harus menunggu seseorang memiliki kelebihan. Menurutnya, kepedulian dapat tumbuh dari keikhlasan dan kemauan untuk membantu mereka yang membutuhkan.
“Ini bukan sekadar memberikan santunan. Yang lebih penting adalah bagaimana kita terus menumbuhkan kepedulian dan memastikan anak-anak yatim mendapatkan perhatian dari lingkungan sekitarnya,” ujar Putri.

Menurutnya, keberadaan wakil rakyat tidak semata-mata berkutat pada pembahasan anggaran, regulasi, maupun kepentingan politik. Wakil rakyat juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk menyentuh persoalan sosial yang dirasakan secara langsung.
Ia menegaskan, perhatian terhadap anak yatim tidak seharusnya berhenti pada momentum tertentu. Kepedulian sosial, kata dia, perlu dibangun sebagai gerakan bersama dan dilakukan secara berkelanjutan.
Putri berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para penerima santunan sekaligus menjadi pemantik bagi masyarakat, dunia usaha, organisasi sosial, dan pemerintah untuk bersama-sama memperkuat perhatian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Di tengah berbagai persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat Kabupaten Bekasi, menurut Putri, kegiatan sosial semacam itu memiliki arti penting. Pembangunan daerah tidak hanya dapat dilihat dari banyaknya pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat yang membutuhkan memperoleh perhatian dan perlindungan.
Momentum Jumat Berkah tersebut pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni berbagi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial perlu terus hidup di tengah masyarakat, termasuk dari para wakil rakyat yang mendapat amanah untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.(Manroe)







