Jumat, Oktober 16, 2026
spot_img
spot_imgspot_img

TOP NEWS

Bekasi Terkini

spot_img

Trending

Dr. Wahyitno Apresiasi Rakornas ASPHRI 2026, Dorong Kemitraan Bisnis Jadi Penggerak Kolaborasi

CIKARANG | PATRIOTBEKASI | Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) DPP Asosiasi Praktisi Human Resources Indonesia (ASPHRI) 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pengembangan organisasi.

Hal tersebut disampaikan Dr. Wahyitno, S.Pd., MM., Wakil Bidang Kemitraan Bisnis ASPHRI, yang hadir dalam Rakornas DPP ASPHRI 2026 di Grande Valore Hotel, Jababeka, Cikarang, Sabtu (19/9/2026).

Rakornas tahun ini mengusung tema “Harmonisasi & Sinergi Meraih Tujuan Bersama”. Menurut Wahyitno, tema tersebut memiliki keterkaitan erat dengan bidang yang menjadi tanggung jawabnya, khususnya dalam membangun dan mengembangkan kemitraan bisnis yang dapat memberikan nilai tambah bagi ASPHRI maupun para anggotanya.

“Saya sangat mengapresiasi Rakornas ASPHRI 2026. Saya juga merasa bangga bisa menjadi bagian dari organisasi ini. Bagi saya, harmonisasi dan sinergi bukan hanya bagaimana kita membangun komunikasi internal, tetapi juga bagaimana ASPHRI mampu membuka pintu kemitraan dengan berbagai pihak,” ujar Wahyitno.

Kemitraan Bisnis Harus Menghasilkan Nilai Tambah

Wahyitno menilai bidang kemitraan bisnis memiliki ruang yang luas untuk dikembangkan. Menurutnya, kemitraan tidak cukup hanya berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi harus diarahkan pada kegiatan yang memiliki manfaat dan hasil yang dapat dirasakan.

“Ke depan, kemitraan bisnis harus kita dorong menjadi kemitraan yang produktif. Artinya, ada program yang bisa dijalankan bersama, ada manfaat yang bisa dirasakan anggota, dan ada nilai tambah bagi organisasi,” katanya.

Baca Juga  Warga Grand Harmoni Park Persoalkan Penunjukan Ketua RT dan RW, Minta Kejelasan Dasar Hukum

Ia menjelaskan, ASPHRI memiliki modal berupa jaringan para praktisi HR dan pengalaman para pengurus yang tersebar di berbagai wilayah. Potensi tersebut, menurutnya, dapat menjadi dasar untuk membangun kolaborasi dengan dunia usaha, industri, lembaga pendidikan, konsultan, maupun berbagai mitra strategis lainnya.

“ASPHRI memiliki banyak sumber daya dan jaringan. Ini adalah potensi yang perlu kita kelola dengan baik. Bidang Kemitraan Bisnis harus menjadi jembatan yang mempertemukan potensi ASPHRI dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ungkapnya.

Dari Relasi Menjadi Kolaborasi

Wahyitno juga menekankan pentingnya mengubah pola kemitraan dari sekadar membangun relasi menjadi kolaborasi yang memiliki tujuan dan indikator yang jelas.

“Relasi itu penting, tetapi kita ingin naik satu tingkat menjadi kolaborasi. Kalau ada perusahaan atau lembaga yang menjadi mitra ASPHRI, kita harus tahu apa yang bisa kita berikan dan apa yang bisa kita kembangkan bersama,” ujarnya.

Menurutnya, setiap kerja sama perlu dibangun berdasarkan prinsip saling menguntungkan dan profesional. Dengan demikian, kemitraan yang terbangun dapat berlangsung secara berkelanjutan dan tidak hanya bersifat seremonial.

“Prinsipnya sederhana, kemitraan harus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. ASPHRI membawa kompetensi, jaringan dan pengalaman, sementara mitra memiliki kebutuhan dan sumber daya yang bisa kita sinergikan,” tambahnya.

Baca Juga  Antoni Silaban Pimpin PPBJS Jabodetabek, Pendidikan Jadi Prioritas

Optimistis Kemitraan ASPHRI Semakin Luas

Wahyitno menyambut positif pembahasan strategi organisasi dalam Rakornas, termasuk evaluasi program kerja dan penyusunan strategi melalui analisis SWOT.

Ia berharap hasil pembahasan tersebut dapat diterjemahkan menjadi program konkret, khususnya dalam pengembangan jejaring kemitraan bisnis ASPHRI.

“Saya berharap dari Rakornas ini lahir bukan hanya gagasan, tetapi juga peta jalan kemitraan. Kita perlu memetakan siapa calon mitra, apa kebutuhan mereka, apa kekuatan ASPHRI, dan program apa yang bisa kita tawarkan,” jelasnya.

Ia juga mendorong seluruh jajaran pengurus agar ikut berperan dalam membuka peluang kemitraan di wilayah masing-masing.

“Bidang Kemitraan Bisnis tidak mungkin bekerja sendiri. Saya ingin seluruh pengurus menjadi bagian dari proses membangun kemitraan. Ketika ada potensi kerja sama di daerah, komunikasikan dan kita bisa bersama-sama mengembangkannya,” tutur Wahyitno.

Dengan semangat “Harmonisasi & Sinergi Meraih Tujuan Bersama”, Wahyitno berharap ASPHRI ke depan semakin kuat sebagai wadah profesional sekaligus mampu membangun ekosistem kemitraan yang lebih luas.

“Kita ingin ASPHRI tidak hanya memiliki banyak jaringan, tetapi mampu mengubah jaringan tersebut menjadi kolaborasi yang produktif dan berkelanjutan. Itu yang ingin kita dorong dari Bidang Kemitraan Bisnis,” pungkas Dr. Wahyitno, S.Pd., MM.

 

(Hada)

Baca Juga

Artikel Lainnya

ARTIKEL POPULER